
Dalam rupiah, harga 1 BTC berada di kisaran Rp1,13 miliar. Data menunjukkan BTC/IDR sekitar Rp1,132 miliar, dengan pergerakan harian yang relatif terbatas.
Pantau harga Bitcoin hari ini secara real-time di Mobee.
Bitcoin Masih Konsolidasi Setelah PPI AS
Bitcoin belum menghasilkan breakout besar meskipun data inflasi produsen Amerika Serikat datang lebih rendah dari perkiraan pasar.
U.S. Bureau of Labor Statistics melaporkan Producer Price Index (PPI) final demand Juli 2026 tidak berubah atau 0,0% secara bulanan. Secara tahunan, PPI naik 4,7%, turun dari kenaikan 5,5% pada Juni.
Ukuran PPI yang mengecualikan makanan, energi, dan jasa perdagangan naik 0,4% secara bulanan dan 4,7% secara tahunan. Harga final demand goods turun 0,7%, termasuk penurunan harga energi sebesar 3,1%.
Reaksi pasar tradisional terhadap data tersebut relatif positif. Yield Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,65%, sementara probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September juga berkurang setelah PPI lebih rendah dari perkiraan.
Namun, Bitcoin hanya memperoleh dorongan terbatas. BTC sempat bergerak mendekati US$64.000 setelah data inflasi, tetapi belum berhasil membangun momentum berkelanjutan di atas area tersebut.
Support dan Resistance Bitcoin Hari Ini
Berdasarkan rentang perdagangan terbaru, US$62.800–US$63.000 menjadi area support awal yang perlu diperhatikan. Titik terendah intraday berada di sekitar US$62.822, sehingga area tersebut menjadi batas bawah terdekat dalam struktur harga saat ini.
Jika BTC turun dan bertahan di bawah US$62.800, tekanan jual dapat membawa perhatian menuju area US$62.000.
Di sisi atas, US$63.900–US$64.000 menjadi resistance terdekat karena berdekatan dengan titik tertinggi perdagangan terbaru di sekitar US$63.918. Setelah itu, area US$64.300–US$65.000 masih menjadi zona yang perlu ditembus sebelum momentum pemulihan Bitcoin terlihat lebih kuat.
Level support dan resistance tersebut merupakan estimasi teknikal editorial berdasarkan rentang harga terbaru dan bukan jaminan arah pasar berikutnya.
ETF Bitcoin Catat Outflow US$125,4 Juta
Arus dana ETF Bitcoin spot Amerika Serikat masih menjadi salah satu faktor yang menahan momentum BTC.
Data terbaru Farside Investors menunjukkan ETF Bitcoin spot mencatat net outflow US$125,4 juta pada 13 Agustus 2026. Sehari sebelumnya, 12 Agustus, ETF Bitcoin juga membukukan net outflow sebesar US$61,1 juta.
Artinya, selama dua sesi tersebut ETF Bitcoin mengalami arus keluar bersih sekitar US$186,5 juta.
Pada 13 Agustus, Fidelity FBTC membukukan outflow sekitar US$55,1 juta, BITB sekitar US$9,3 juta, ARKB sekitar US$58,8 juta, dan GBTC sekitar US$36,3 juta. Beberapa produk lain mencatat inflow, tetapi tidak cukup untuk mengimbangi total penarikan dana.
Arus keluar dua hari berturut-turut menunjukkan bahwa permintaan melalui ETF spot sedang melemah setelah periode inflow pada awal Agustus. Farside menyatakan data ETF diperbarui secara otomatis dan real-time, sehingga angka terbaru masih dapat mengalami penyesuaian.
PPI Lebih Rendah, tetapi BTC Belum Mendapat Dorongan Besar
Hasil PPI memberikan sinyal bahwa tekanan harga pada tingkat produsen mulai berkurang dibandingkan bulan sebelumnya.
Headline PPI tahunan turun menjadi 4,7% dari 5,5%, sementara indeks secara bulanan tidak mengalami kenaikan. Penurunan harga energi menjadi salah satu faktor utama yang membantu meredakan tekanan harga barang.
Data tersebut secara teori dapat membantu aset berisiko karena mengurangi tekanan terhadap kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga kembali dalam waktu dekat. Pasar saham AS bahkan merespons positif, sementara Treasury yield turun setelah data dirilis.
Namun, Bitcoin masih bertahan di bawah US$64.000. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen makro yang lebih positif belum cukup untuk mengimbangi lemahnya momentum spot dan arus keluar ETF.
Retail Sales AS Malam Ini Jadi Katalis Berikutnya
Setelah CPI dan PPI, perhatian pasar beralih menuju retail sales AS Juli 2026.
U.S. Census Bureau menjadwalkan Advance Monthly Retail Trade Report untuk Juli dirilis pada Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 08.30 waktu AS, atau sekitar 19.30 WIB.
Data terakhir menunjukkan retail and food services sales AS pada Juni mencapai US$768,6 miliar, naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya dan 6,7% dibandingkan Juni 2025. Census Bureau mencantumkan 14 Agustus sebagai jadwal pembaruan berikutnya.
Retail sales penting karena memberikan gambaran langsung mengenai kekuatan konsumsi rumah tangga AS. Data yang menunjukkan konsumsi jauh lebih kuat dapat kembali mendorong Treasury yield jika pasar menilai ekonomi masih cukup panas untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Sebaliknya, angka yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve memiliki lebih banyak ruang untuk menahan suku bunga.
Untuk Bitcoin, reaksi dolar AS dan Treasury yield setelah data keluar dapat menjadi faktor penting yang menentukan volatilitas pada perdagangan malam ini.
Apakah Bitcoin Bisa Kembali ke US$65.000?
Bitcoin masih memiliki peluang kembali menguji US$65.000, tetapi harga terlebih dahulu perlu keluar dari konsolidasi saat ini.
Resistance pertama berada di sekitar US$63.900–US$64.000. Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, fokus dapat kembali bergeser menuju US$64.300 dan kemudian US$65.000.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$62.800–US$63.000 dapat meningkatkan risiko koreksi menuju area US$62.000.
Dalam jangka sangat pendek, retail sales AS malam ini dapat menjadi katalis berikutnya yang menentukan apakah BTC mampu keluar dari rentang sempit atau tetap bergerak sideways menjelang akhir pekan.
Kesimpulan
Harga Bitcoin hari ini, 14 Agustus 2026, berada di sekitar US$63.474 atau Rp1,13 miliar per BTC pada pagi hari. BTC masih bergerak dalam konsolidasi dengan rentang perdagangan terbaru sekitar US$62.822 hingga US$63.918.
Data PPI AS Juli memberikan sentimen makro yang relatif positif setelah headline PPI tidak naik secara bulanan dan inflasi produsen tahunan turun menjadi 4,7%. Meski Treasury yield ikut turun, Bitcoin belum mampu membangun breakout di atas US$64.000.
Dari sisi institusional, ETF Bitcoin spot mencatat net outflow US$125,4 juta pada 13 Agustus, sehingga total outflow selama dua sesi terakhir mencapai sekitar US$186,5 juta.
Secara teknikal, US$62.800–US$63.000 menjadi support awal, sementara US$63.900–US$64.000 menjadi resistance terdekat. Pemulihan di atas US$64.300 akan membuka peluang yang lebih besar bagi Bitcoin untuk kembali menguji US$65.000.
Katalis utama berikutnya hadir malam ini sekitar pukul 19.30 WIB melalui rilis retail sales AS Juli. Setelah CPI dan PPI belum mampu menghasilkan breakout besar, data konsumsi tersebut menjadi agenda berikutnya yang perlu diperhatikan oleh pasar Bitcoin.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual Bitcoin. Harga aset kripto dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko.

