
Reaksi pasar langsung terasa. Bitcoin turun dari sekitar US$77.200 ke US$75.600, hampir 4%, dan ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar US$450,33 juta dalam satu hari, terbesar sejak 25 Juni 2026.
Tapi ada satu hal yang sering salah dibaca dari peristiwa ini, dan itu inti artikel ini: kegagalan CLARITY Act tidak menghentikan jalur ETF kripto. Dua hal ini berjalan di jalur yang berbeda, dan artikel ini akan menjelaskan kenapa, lalu membahas ETF apa saja yang sudah ada dan yang berpotensi di 2026, dengan fokus pada aset yang benar-benar bisa kamu beli di Mobee.
Apa Itu CLARITY Act?
CLARITY Act, dengan nomor resmi H.R. 3633, adalah RUU yang akan menjadi kerangka hukum pertama untuk aset digital di Amerika Serikat.
Inti isinya satu hal: membagi kewenangan pengawasan. SEC akan mengawasi aset digital yang masuk kategori sekuritas, sementara CFTC akan mengawasi aset digital yang masuk kategori komoditas beserta produk derivatifnya, termasuk aturan untuk bursa spot dan dealer.
Kenapa pembagian ini penting? Karena selama ini banyak aset kripto berada di wilayah abu-abu. Tidak jelas apakah sebuah token termasuk sekuritas yang diawasi SEC atau komoditas yang diawasi CFTC, dan ketidakjelasan itu membuat penerbit token, bursa, dan investor institusional harus bekerja dengan risiko hukum yang tidak bisa dihitung.
Perjalanan RUU ini sebenarnya sudah jauh:
- 17 Juli 2025: disetujui DPR AS dengan 294 suara mendukung dan 134 menolak, selisih yang lebar.
- 14 Mei 2026: versi amandemen disetujui Komite Perbankan Senat dengan 15 suara mendukung dan 9 menolak. Ruben Gallego adalah satu-satunya Demokrat yang mendukung di tahap ini.
- 15 September 2026: gagal di voting cloture Senat.
Kerangka aturan aset kripto di Indonesia diatur terpisah dan tidak bergantung pada RUU ini. Penjelasannya ada di legalitas kripto.
Kenapa CLARITY Act Gagal?
Ini bagian yang paling banyak disalahpahami. Kegagalannya bukan karena isi RUU ditolak, melainkan karena aritmetika suara di Senat.
Voting cloture butuh 60 suara, sementara Partai Republik hanya menguasai 53 kursi. Artinya minimal tujuh suara Demokrat harus ikut mendukung.
Yang terjadi justru sebaliknya:
- Republik: 49 mendukung, 4 menolak. Yang menolak adalah Collins, Hawley, Moran, dan Tillis.
- Demokrat: nol suara mendukung. Seluruh Demokrat yang hadir menolak.
- Chris Coons dari Delaware tidak hadir.
Yang paling menarik, tujuh senator Demokrat yang selama berminggu-minggu aktif menegosiasikan teks RUU justru semuanya menolak: Gillibrand, Warner, Booker, Warnock, Gallego, Alsobrooks, dan Cortez Masto. Padahal Gallego adalah satu-satunya Demokrat yang mendukung di tahap komite pada Mei 2026.
Satu catatan prosedural yang penting. Senator Tillis dari Partai Republik mengubah suaranya menjadi menolak bukan karena menolak isinya, melainkan karena taktik: hanya senator di pihak pemenang sebuah voting yang berhak mengajukan permintaan peninjauan ulang. Tillis mengajukan motion to reconsider pada pukul 15.01 waktu New York, satu menit setelah hasil keluar. Dengan begitu RUU ini secara teknis belum resmi mati.
Dampak Langsung ke Bitcoin
Ini yang terjadi pada harga dan arus dana.
Harga. Bitcoin turun dari sekitar US$77.200 ke US$75.600 setelah hasil voting diumumkan, penurunan hampir 4%. Pada 16 September 2026, Bitcoin berada di US$75.729,55, turun 2,9% dalam 24 jam dan 3,7% dalam sepekan.
Arus dana ETF. Ini sinyal yang lebih penting dari harga, karena menunjukkan perilaku investor institusional:
Volume perdagangan ETF Bitcoin hari itu mencapai US$4,35 miliar, jauh di atas rata-rata 30 hari yang US$2,74 miliar. Volume setinggi itu pada hari penurunan menandakan banyak posisi berpindah tangan sekaligus, bukan sekadar harga yang meluncur karena sepi peminat.
Saham terkait kripto turun lebih dalam dari Bitcoin. Saham Coinbase turun sekitar 8% dan Circle Internet Group sekitar 11%. Pola ini wajar: perusahaan yang pendapatannya bergantung pada kejelasan regulasi AS menanggung risiko regulasi secara lebih langsung dibanding asetnya sendiri.
Peluang RUU lolos di 2026 jatuh ke bawah 20% di pasar prediksi, dari kisaran akhir 20% sampai pertengahan 30% sebelumnya.
Yang perlu digarisbawahi, dan ini penting. Arus keluar satu hari sebesar US$592 juta terdengar besar, tapi sepanjang September ETF Bitcoin masih mencatat arus masuk bersih US$17,1 juta dan ETF Ethereum US$307,4 juta. Satu hari buruk belum membalik tren bulanan. Yang perlu dipantau adalah apakah arus keluar ini berlanjut di hari-hari berikutnya.
Kenapa Bitcoin Turun Lebih Sedikit dari Altcoin?
Ini pola yang layak dipahami karena akan berulang setiap ada peristiwa regulasi.
Pada hari yang sama, inilah urutan penurunannya 24 jam pasca gagalnya CLARITY Act:
Urutan ini bukan kebetulan. Urutannya kurang lebih sejajar dengan seberapa besar sebuah aset membutuhkan kejelasan klasifikasi hukum di Amerika Serikat.
Status Bitcoin sebagai komoditas relatif tidak dipersoalkan, baik oleh SEC maupun CFTC. Jadi kegagalan CLARITY Act tidak mengubah posisi hukum Bitcoin. Bitcoin turun karena sentimen pasar secara keseluruhan, bukan karena statusnya ikut menggantung.
Altcoin berada di posisi berbeda. XRP paling terpukul karena sehari sebelumnya justru naik 5,6% ketika peluang RUU lolos sempat meningkat. Aset yang naik karena satu berita juga turun karena berita yang sama. Cara memisahkan pergerakan sektor dari pergerakan aset dibahas di cara menganalisis crypto.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Ada tiga kemungkinan jalur, dan penting untuk membedakan mana yang realistis.
Jalur pertama: voting cloture kedua. Motion to reconsider dari Tillis membuka ruang ini. Tapi ruang prosedural bukan sama dengan suara tambahan. Voting kedua tetap butuh 60 suara dari komposisi Senat yang persis sama, dan tujuh Demokrat yang menolak belum memberi tanda akan berubah. Untuk mengaktifkan jalurnya, cloture harus diajukan ulang.
Jalur kedua: sesi lame duck setelah midterm. Pemilu paruh waktu November 2026 membuat pembangunan koalisi baru sebelum itu hampir tidak mungkin. Upaya berikutnya kemungkinan baru terjadi di sesi lame duck setelah pemilu.
Jalur ketiga: RUU ini praktis selesai untuk 2026 dan dimulai ulang di Kongres berikutnya.
Untuk pembaca di Indonesia, yang perlu dipahami: tidak satu pun dari ketiga jalur ini mengubah aturan yang berlaku hari ini. Yang tertunda adalah kejelasan tambahan, bukan legalitas yang sudah ada.
ETF Kripto: Kenapa Jalurnya Tidak Terhalang CLARITY Act
Sekarang bagian yang paling sering salah dibaca.
Banyak yang mengira ETF kripto baru bisa berkembang kalau CLARITY Act lolos. Faktanya tidak. Buktinya sederhana: ETF Solana, XRP, Dogecoin, dan Chainlink sudah meluncur di Amerika Serikat tanpa CLARITY Act.
Penyebabnya adalah generic listing standards yang disetujui SEC pada September 2025. Aturan ini memangkas waktu review pengajuan ETF dari berbulan-bulan menjadi paling cepat sekitar 75 hari, dan menghapus hambatan yang sebelumnya menahan ETF untuk aset selain Bitcoin dan Ethereum.
Jadi ada dua jalur yang berbeda:
- Jalur legislasi lewat Kongres, yaitu CLARITY Act. Ini yang macet.
- Jalur regulasi lewat SEC, yaitu generic listing standards. Ini yang sudah jalan.
Memahami perbedaan ini penting supaya kamu tidak menyimpulkan bahwa kegagalan satu voting menghentikan seluruh perkembangan produk institusional.
ETF Kripto yang Sudah Ada, dan Asetnya Ada di Mobee
Enam aset yang bisa kamu perdagangkan di Mobee sudah punya ETF spot di Amerika Serikat. Perlu diperjelas: yang diperdagangkan di Mobee adalah asetnya, bukan unit ETF-nya.
1. Bitcoin (BTC)
2. Ethereum (ETH)
3. Solana (SOL)
4. XRP
5. Dogecoin (DOGE)
6. Chainlink (LINK)
Yang perlu digarisbawahi soal ukuran. Per 15 September 2026, total aset kelolaan seluruh ETF altcoin sekitar US$3,55 miliar. Bandingkan dengan IBIT sendiri yang sering melampaui US$50 miliar. Jadi "ETF altcoin sudah ada" tidak sama dengan "ETF altcoin sudah besar". Sebagian dari produk itu bahkan mencatat nol aktivitas pada 15 September, dengan hanya enam dana altcoin bergerak.
ETF Potensial 2026, Asetnya Ada di Mobee
Dua aset di Mobee masih dalam antrean ETF, dan keduanya layak dipantau sepanjang sisa 2026.
Hyperliquid (HYPE)
Bitwise mengajukan ETF Hyperliquid yang akan diperdagangkan di NYSE Arca dengan ticker BHYP dan biaya pengelolaan 0,67% per tahun. Rancangan produknya menarik: dana ini akan melakukan staking atas sebagian besar kepemilikan HYPE-nya, dengan menyisakan cadangan likuiditas 30% untuk kebutuhan penebusan. Bitwise berada paling depan dalam proses review, sementara 21Shares dan Grayscale juga mengajukan produk serupa. Di Eropa, Bitwise sudah mencatatkan Hyperliquid Staking ETP di Deutsche Boerse Xetra.
Yang menandakan produk HYPE sudah mulai berjalan: pada 15 September 2026, dana Hyperliquid tercatat mengalami arus keluar US$3,89 juta, satu-satunya dana altcoin yang mencatat arus keluar hari itu.
TRON (TRX)
Canary Capital mengajukan ETF TRX dengan staking, dan jadwal review-nya memanjang ke 2026. Ini menempatkan TRX di kelompok aset yang punya jalur ETF tapi belum sampai garis akhir.
Untuk konteks saja, beberapa aset lain yang juga dalam antrean ETF di AS adalah Cardano, Polkadot, Sei, dan Avalanche. Keempatnya saat ini belum tersedia untuk diperdagangkan di Mobee, jadi tidak dibahas lebih jauh di artikel ini.
Beberapa ETF yang Bisa Kamu Beli Langsung di Mobee
Bagian ini berbeda dari semua di atas, dan sering terlewat.
Untuk enam aset sebelumnya, yang kamu beli di Mobee adalah asetnya, bukan unit ETF-nya. Tapi ada tiga ETF tradisional yang unitnya sendiri sudah ditokenisasi oleh Ondo Finance dan bisa kamu beli langsung dengan rupiah di Mobee.
Inilah yang membuat ketiganya menarik: ini bukan aset kripto yang mengikuti pasar kripto, melainkan eksposur ke pasar saham Jepang, pasar saham Korea Selatan, dan harga minyak, yang dibeli dengan rupiah tanpa perlu membuka rekening sekuritas di luar negeri dan tanpa menukar ke dolar lebih dulu.
Konsekuensi praktisnya: di hari ketika pasar kripto turun tajam seperti 15 dan 16 September, aset semacam ini punya korelasi yang berbeda. Sebagai gambaran, pada 16 September ketika Bitcoin turun 2,9%, EWJ bergerak naik 0,08%, EWY datar, dan USO naik 1,14%.
Cara kerja tokenisasi aset dunia nyata dibahas di Ondo Finance, dan khusus untuk ETF minyak ada USOon. Untuk memahami perbedaan antara memegang token dan memegang instrumen aslinya, dua artikel ini penting dibaca lebih dulu: cara kerja xStocks dan token saham AS vs saham biasa.
Yang perlu digarisbawahi. Memegang versi tokenisasi tidak sama dengan memegang unit ETF di rekening sekuritas. Ada perbedaan dalam hak, struktur, dan risiko pihak penerbit token. Baca dua artikel di atas sebelum memutuskan.
Tersedia di Mobee: EWJ, EWY, USO, QQQ, SOXX, SLV, URA, COPX, dan PALL. Semuanya dicek dan terkonfirmasi tersedia.
Yang Perlu Dipantau
Pertama, apakah arus keluar ETF berlanjut. Arus keluar US$592 juta pada 15 September adalah satu hari. September secara keseluruhan masih positif untuk Bitcoin dan Ethereum. Data arus dana pekan ini yang keluar akhir pekan akan menunjukkan apakah institusi benar-benar mengurangi eksposur atau hanya bereaksi sesaat.
Kedua, apakah voting cloture kedua benar-benar digelar. Ruangnya dibuka oleh motion to reconsider, tapi ambangnya tetap 60 suara dengan komposisi Senat yang sama.
Ketiga, apakah ETF HYPE dan TRX sampai garis akhir. Keduanya aset yang tersedia di Mobee, jadi perkembangannya relevan langsung untuk pembaca Indonesia.
Keempat, keputusan suku bunga The Fed. Peristiwa regulasi bukan satu-satunya penggerak. Cara kerja kebijakan bank sentral dibahas di fungsi utama bank sentral.
Mulai Investasi di Mobee
Seluruh aset yang dibahas di artikel ini tersedia untuk diperdagangkan di Mobee dengan rupiah, tanpa perlu menukar ke dolar lebih dulu: Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Dogecoin, Chainlink, Hyperliquid, TRON, serta tiga ETF tokenisasi yaitu EWJ, EWY, USO, QQQ, SOXX, SLV, URA, COPX, dan PALL.
Mobee adalah Pedagang Aset Keuangan Digital yang terdaftar dan diawasi OJK, dengan badan hukum PT CTXG Indonesia Berkarya. Daftar penyelenggara yang diawasi bisa kamu cek di exchange kripto yang diawasi OJK.
Beberapa hal yang bisa kamu manfaatkan:
- Beli dalam pecahan kecil. Termasuk untuk ETF tokenisasi, sehingga eksposur ke pasar Jepang, Korea, atau minyak tidak butuh modal besar.
- Spot Grid untuk pasar fluktuatif. Fitur Spot Grid memungkinkan order beli dan jual otomatis dalam rentang harga yang kamu tentukan, berguna di pekan penuh peristiwa regulasi seperti ini.
- Deposit rupiah yang praktis lewat QRIS, transfer bank, atau virtual account, dengan panduannya di Tutorial Mobee.
Sebelum mulai, pahami dulu kerangka alokasi lewat portofolio kripto pemula dan beberapa tips trading crypto dasar.
Disclaimer. Seluruh informasi dalam artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan rekomendasi investasi. Penyebutan produk ETF di artikel ini adalah penjelasan perkembangan pasar, bukan ajakan untuk membeli produk tersebut, dan unit ETF di bursa Amerika Serikat tidak diperdagangkan di Mobee. Aset tokenisasi memiliki struktur, hak, dan risiko yang berbeda dari instrumen aslinya. Status pengajuan ETF dapat berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan regulator. Seluruh data harga bersifat point-in-time saat artikel disusun pada 16 September 2026 dan dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kemampuan menanggung risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

