
Data tenaga kerja Juli yang dirilis pada Jumat lalu memperlihatkan Nonfarm Payrolls justru turun 23.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran berada di 4,1%. Data tersebut memperkuat tanda bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum, tetapi inflasi yang masih berada di atas target membuat arah kebijakan Federal Reserve belum sepenuhnya jelas.
Kondisi Awal: Bitcoin Kembali Menguji US$65.000
Bitcoin memasuki pekan ini dengan posisi yang lebih kuat dibandingkan awal Agustus. Berdasarkan data pasar yang diperiksa pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, BTC diperdagangkan di sekitar US$64.944, dengan rentang intraday sekitar US$64.696–US$65.348.
Data historis CoinGecko menunjukkan Bitcoin ditutup di sekitar US$63.473 pada 3 Agustus, kemudian naik bertahap hingga sekitar US$64.856 pada 9 Agustus. Artinya, BTC berhasil mempertahankan pemulihan setelah sebelumnya sempat turun di bawah US$63.000 pada akhir Juli dan awal Agustus.
Salah satu faktor pendukungnya berasal dari ETF Bitcoin spot Amerika Serikat. Selama 3–7 Agustus, ETF mencatat inflow lima sesi berturut-turut:
- 3 Agustus: US$170,1 juta
- 4 Agustus: US$211,5 juta
- 5 Agustus: US$244,4 juta
- 6 Agustus: US$137,6 juta
- 7 Agustus: US$101,7 juta
Total inflow selama lima sesi tersebut mencapai sekitar US$865,3 juta. BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dalam beberapa sesi tersebut.
Ethereum ETF juga memperlihatkan perbaikan. Setelah outflow US$11,9 juta pada 3 Agustus, ETF ETH mencatat inflow selama empat sesi berikutnya dan menghasilkan net inflow sekitar US$243,7 juta sepanjang 3–7 Agustus.
Kombinasi ETF inflow dan data tenaga kerja yang lebih lemah membantu memperbaiki sentimen pasar. Namun, kemampuan Bitcoin melewati US$65.000 kini sangat bergantung pada data inflasi yang akan keluar pertengahan pekan.
Pantau harga Bitcoin hari ini secara real-time di Mobee.
Event #1: CPI AS Jadi Katalis Terbesar Pekan Ini
Consumer Price Index atau CPI Juli 2026 akan dirilis pada Rabu, 12 Agustus pukul 08.30 ET atau sekitar 20.30 WIB. Bureau of Labor Statistics telah mengonfirmasi jadwal tersebut.
Data CPI terakhir memberikan gambaran yang cukup kompleks. Pada Juni, headline CPI turun 0,4% secara bulanan, tetapi masih naik 3,5% secara tahunan. Core CPI atau inflasi di luar makanan dan energi tidak berubah secara bulanan. Penurunan headline terutama dipengaruhi oleh energi yang turun 5,7%.
Untuk data Juli, konsensus ekonom yang dikutip Barron's berada di sekitar 3,4% secara tahunan. Artinya, inflasi diperkirakan sedikit melandai tetapi masih jauh di atas target jangka panjang Federal Reserve sebesar 2%.
Jika CPI Lebih Rendah dari Ekspektasi
Inflasi yang turun lebih cepat dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga.
Dolar AS dan yield obligasi berpotensi melemah, sementara aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum dapat memperoleh dorongan.
Dalam skenario tersebut, Bitcoin berpeluang kembali menguji US$65.300–US$66.000.
Jika CPI Sesuai Ekspektasi
Data yang berada dekat konsensus kemungkinan mempertahankan pasar dalam mode konsolidasi.
Investor kemudian akan menunggu PPI dan retail sales untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai tekanan harga dan kekuatan konsumsi.
Jika CPI Lebih Tinggi
Inflasi yang kembali meningkat dapat memperkuat kekhawatiran bahwa The Fed masih harus mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
Skenario tersebut berpotensi mendukung dolar dan yield obligasi sekaligus memberikan tekanan terhadap Bitcoin.
Event #2: PPI Menguji Apakah Tekanan Inflasi Akan Kembali
Sehari setelah CPI, pasar akan menerima Producer Price Index atau PPI Juli pada Kamis, 13 Agustus pukul 08.30 ET atau sekitar 20.30 WIB.
PPI menggambarkan perubahan harga yang diterima produsen dan dapat memberikan petunjuk mengenai tekanan biaya sebelum mencapai konsumen.
Data Juni menunjukkan PPI final demand turun 0,3% secara bulanan, tetapi masih berada 5,5% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Harga barang final turun 1,4%, terutama akibat penurunan energi sebesar 6,4%, sedangkan harga jasa meningkat 0,2%.
Karena inflasi produsen secara tahunan masih tinggi, pasar akan memperhatikan apakah penurunan Juni berlanjut atau hanya bersifat sementara.
Apabila CPI relatif rendah tetapi PPI kembali melonjak, reaksi Bitcoin dapat menjadi lebih terbatas karena pasar masih melihat risiko tekanan inflasi di tingkat produsen.
Sebaliknya, CPI dan PPI yang sama-sama melandai dapat memperkuat narasi bahwa tekanan harga mulai terkendali.
Event #3: Retail Sales Mengukur Kekuatan Konsumen AS
Agenda makro berikutnya adalah Advance Retail Sales untuk Juli, yang dijadwalkan dirilis Census Bureau pada Jumat, 14 Agustus pukul 08.30 ET atau sekitar 20.30 WIB.
Penjualan ritel Juni naik sekitar 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara konsensus yang dikutip Barron's juga memperkirakan kenaikan sekitar 0,2% untuk Juli.
Data tersebut penting karena pasar saat ini menghadapi dua risiko yang berlawanan.
Retail sales terlalu kuat dapat menunjukkan ekonomi masih cukup panas sehingga The Fed memiliki sedikit alasan untuk melonggarkan kebijakan.
Namun, retail sales yang jatuh tajam juga belum tentu positif karena dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa pelemahan pasar tenaga kerja mulai menekan konsumsi.
Bagi Bitcoin, skenario yang relatif konstruktif adalah konsumsi melambat secara moderat tanpa menunjukkan tanda kontraksi ekonomi yang tajam.
Event #4: Earnings AI Kembali Menguji Risk-On Sentiment
Pasar saham teknologi juga dapat memengaruhi sentimen aset berisiko sepanjang pekan ini.
Beberapa perusahaan yang telah mengonfirmasi laporan keuangan adalah:
CoreWeave — 11 Agustus
CoreWeave akan melaporkan hasil kuartal II pada 11 Agustus. Perusahaan merupakan penyedia infrastruktur cloud yang berfokus pada AI sehingga hasil dan outlook belanja komputasinya dapat menjadi indikator permintaan terhadap infrastruktur AI.
Super Micro Computer — 11 Agustus
Supermicro akan melaporkan hasil kuartal IV dan tahun fiskal 2026 pada hari yang sama. Perusahaan memiliki eksposur besar terhadap server AI, cloud, dan high-performance computing.
Cisco — 12 Agustus
Cisco dijadwalkan merilis hasil kuartal IV fiskal 2026 setelah pasar AS tutup pada 12 Agustus. Pada kuartal sebelumnya, Cisco mencatat pertumbuhan kuat pada order networking dan permintaan infrastruktur AI dari hyperscaler.
Applied Materials — 13 Agustus
Applied Materials akan mengumumkan hasil kuartal III pada 13 Agustus. Karena perusahaan menjadi pemasok utama peralatan produksi semikonduktor, laporan tersebut dapat memberikan gambaran tambahan mengenai tren belanja industri chip dan AI.
Earnings perusahaan teknologi tidak secara langsung menentukan fundamental Bitcoin. Namun, laporan yang kuat dapat mendukung Nasdaq dan risk-on sentiment, sedangkan outlook AI yang mengecewakan dapat meningkatkan volatilitas saham teknologi dan ikut memengaruhi pasar kripto.
CLARITY Act Tidak Lagi Menjadi Katalis Pekan Ini
Ada perubahan besar dibandingkan artikel pekan lalu.
CLARITY Act tidak berhasil memperoleh voting sebelum Senat memasuki recess. Senat telah menutup sesi regulernya dan dijadwalkan kembali pada 14 September 2026, meskipun terdapat beberapa sesi pro forma selama masa recess.
Yang lebih penting, jadwal Senat saat ini menunjukkan bahwa cloture terkait motion to proceed untuk H.R. 3633, Digital Asset Market Clarity Act, dijadwalkan menjadi efektif pada 15 September 2026.
Artinya, pekan 10–14 Agustus praktis tidak memiliki katalis voting CLARITY Act.
Untuk jangka pendek, perhatian pasar regulasi kemungkinan beralih ke perkembangan dari regulator dan komentar politik, sementara katalis legislatif besar bergeser ke September.
ETF Bitcoin Jadi Indikator Penting Setelah Inflow US$865 Juta
Selain CPI, salah satu data yang paling penting untuk dipantau sepanjang pekan adalah apakah ETF Bitcoin mampu mempertahankan tren inflow.
Lima sesi perdagangan terakhir semuanya berakhir positif dengan total sekitar US$865,3 juta. Namun, nilai inflow harian menurun dari US$244,4 juta pada 5 Agustus menjadi US$137,6 juta pada 6 Agustus dan US$101,7 juta pada 7 Agustus.
Artinya, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan.
Jika inflow kembali meningkat ketika Bitcoin menembus US$65.000, hal tersebut dapat memberikan dukungan tambahan terhadap breakout.
Sebaliknya, perubahan mendadak menjadi outflow setelah beberapa sesi positif dapat memperlemah momentum, terutama apabila terjadi bersamaan dengan CPI yang lebih tinggi dari perkiraan.
ETF flow tetap perlu dibaca bersama volume spot, derivatif, likuidasi leverage, yield Treasury, dan nilai dolar AS. Inflow tidak menjamin harga Bitcoin akan langsung naik.
The Fed Kini Menghadapi Sinyal Ekonomi yang Berlawanan
Pada rapat 29 Juli, Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada 3,50%–3,75% melalui voting 9–3.
Tiga anggota FOMC memilih kenaikan sebesar 25 basis poin, sementara pernyataan resmi The Fed kembali menegaskan bahwa inflasi masih berada di atas target 2%.
Namun, laporan tenaga kerja yang keluar setelah rapat tersebut memberikan sinyal baru.
Nonfarm payroll Juli turun 23.000, sedangkan unemployment rate berada di 4,1%.
Dengan kata lain, The Fed kini menghadapi kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pasar tenaga kerja yang melemah.
Kondisi tersebut membuat CPI dan PPI pekan ini menjadi lebih penting dari biasanya. Inflasi yang turun dapat memberikan ruang lebih besar bagi kebijakan yang lebih longgar, sedangkan inflasi tinggi dapat membuat The Fed tetap fokus pada stabilitas harga meskipun tenaga kerja melemah.
Tiga Skenario Bitcoin Pekan Ini
Probabilitas berikut merupakan estimasi editorial berdasarkan posisi Bitcoin pada awal pekan, data ETF, serta agenda makro 10–14 Agustus. Angka ini bukan probabilitas statistik atau jaminan pergerakan harga.
Skenario 1 — Bullish
Probabilitas indikatif: 35%
CPI dan PPI menunjukkan tekanan inflasi yang lebih rendah, retail sales melambat tanpa jatuh tajam, saham teknologi merespons earnings dengan positif, dan ETF Bitcoin melanjutkan inflow.
Bitcoin perlu melewati US$65.000–US$65.350, kemudian bertahan di atas US$66.000 untuk memperkuat breakout.
Target rentang: US$66.000–US$68.000.
Skenario 2 — Sideways
Probabilitas indikatif: 40%
CPI berada dekat konsensus, PPI dan retail sales menghasilkan sinyal bercampur, sementara ETF tetap positif tetapi tidak mengalami akselerasi.
Bitcoin dapat kembali bergerak di sekitar area yang mendominasi perdagangan beberapa hari terakhir.
Target rentang: US$63.500–US$66.000.
Skenario 3 — Bearish
Probabilitas indikatif: 25%
CPI atau PPI lebih panas dari perkiraan sehingga pasar kembali meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter ketat.
Tekanan dapat menjadi lebih besar apabila ETF berubah menjadi outflow atau saham teknologi mengalami koreksi setelah earnings.
Jika BTC kehilangan US$63.500, area US$62.000–US$63.000 dapat kembali menjadi fokus.
Target rentang: US$61.500–US$63.500.
Agenda Lengkap yang Perlu Dipantau
Senin, 10 Agustus
Bitcoin memulai pekan dekat US$65.000 setelah lima sesi ETF inflow berturut-turut. Senat AS hanya menjalankan sesi pro forma sehingga tidak ada voting CLARITY Act yang diharapkan pada hari tersebut.
Selasa, 11 Agustus
CoreWeave dan Super Micro Computer dijadwalkan melaporkan earnings setelah perdagangan reguler AS. Hasilnya dapat memengaruhi sentimen sektor AI dan saham teknologi.
Rabu, 12 Agustus pukul 20.30 WIB
CPI dan Core CPI Juli AS menjadi katalis makro terbesar pekan ini. Cisco melaporkan earnings setelah pasar AS tutup.
Kamis, 13 Agustus pukul 20.30 WIB
PPI Juli dirilis. Applied Materials mengumumkan hasil kuartal III setelah penutupan pasar AS.
Jumat, 14 Agustus pukul 20.30 WIB
Retail Sales Juli menjadi data utama untuk mengukur kekuatan konsumsi Amerika Serikat.
Level Kritis Bitcoin yang Perlu Dipantau
US$65.000–US$65.350 — Resistance terdekat
Bitcoin sedang menguji zona tersebut pada awal pekan. Intraday high ketika data diperiksa berada di sekitar US$65.348.
US$66.000–US$66.500 — Konfirmasi breakout berikutnya
Area ini berada di atas rentang konsolidasi sepanjang awal Agustus. Penutupan yang konsisten di atasnya dapat memperkuat peluang menuju US$68.000. Data historis menunjukkan BTC terakhir berada di sekitar US$66.077 pada 22 Juli.
US$64.000 — Pivot utama
Bitcoin beberapa kali bergerak di sekitar level ini selama pekan lalu. Kemampuan mempertahankan US$64.000 dapat menjaga struktur pemulihan jangka pendek.
US$63.400–US$63.500 — Support berikutnya
Area tersebut dekat dengan penutupan Bitcoin pada 2–3 Agustus sebelum reli menuju US$65.000.
US$62.800–US$63.000 — Support lanjutan
Zona ini berdekatan dengan penutupan pada 31 Juli dan 1 Agustus. Kehilangan area tersebut dapat mengubah struktur pemulihan menjadi lebih bearish.
Level tersebut merupakan estimasi teknikal editorial berdasarkan data harga terbaru dan bukan jaminan arah pasar.
Kesimpulan
Pekan 10–14 Agustus 2026 memiliki struktur yang berbeda dari pekan sebelumnya.
Data tenaga kerja yang menjadi katalis utama minggu lalu telah menunjukkan pelemahan cukup tajam, dengan Nonfarm Payrolls Juli turun 23.000 pekerjaan. Bitcoin justru mampu kembali mendekati US$65.000, didukung oleh lima sesi ETF inflow berturut-turut dengan total sekitar US$865 juta.
Kini perhatian beralih ke inflasi.
CPI pada Rabu menjadi event terpenting, diikuti PPI pada Kamis dan Retail Sales pada Jumat. Ketiga data tersebut akan menentukan apakah pelemahan tenaga kerja cukup untuk mengubah ekspektasi kebijakan The Fed atau apakah inflasi masih terlalu tinggi untuk memungkinkan pelonggaran.
Di luar makro, earnings CoreWeave, Supermicro, Cisco, dan Applied Materials dapat memengaruhi risk-on sentiment melalui sektor AI dan teknologi. Sementara itu, CLARITY Act tidak lagi menjadi katalis langsung pekan ini karena proses Senat bergeser ke September.
Secara teknikal, US$65.000–US$65.350 menjadi level pertama yang perlu ditembus Bitcoin, sedangkan US$64.000 dan US$63.500 menjadi area utama yang perlu dipertahankan apabila volatilitas meningkat setelah data inflasi.
Disclaimer: Seluruh konten dalam artikel ini bersifat informatif dan prediktif, bukan rekomendasi investasi. Proyeksi harga, skenario, dan estimasi probabilitas bukan jaminan hasil. Pasar kripto memiliki volatilitas tinggi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

